Jumat, 27 Maret 2009

Momen - Momen Kehidupan Nabi.

Mengapa kelahiran Nabi Muhammad selalu di peringati ?

Nabi Muhammad merupakan pusat keteladanan , semua ucapan dan prilakunaya dijadikan rujukan bagi
Ummat Islam baik dijaman dulu maupun jaman sekarang. Haditsnya menjadi sumber hukum kedua setelah Al Qur’an , momen momen penting dalam kehidupannya selalu di kenang, dirayakan dan diperingati mulai dari kelahirannya,pengangkatannya sebagai Nabi , Isro’ Mi’roj, hijrahnya dari Makkah ke Madinah. Sekalipun peringatan momen momen tersebut tidak pernah diperintahkan oleh Nabi untuk memperingatinya, namun tidak ada salahnya jika ummat islam memperingatinya untuk menggugah semangat dalam melaksanakan ajaran islam . juga untuk mengungkap kembali prilaku Nabi sengga kita meneladaninya dalam kehidupan se hari hari .
Sesuatu yang tidak pernah ada dizaman Nabi dan juga tidak pernah diperintahkan, dinamakan bid’ah .
Apakah semua bid’ah itu sesat ? Maka jawabnya pasti tidak ! Jika hal hal yang tidak pernah ada dizaman Nabi, dan tidak pernah diperintahkannya namun hal tersebut mengandung unsur unsur yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam , maka tidak di larang. Contoh :
1. Sholat taroweh secara berjama’ah . Nani Muhammad tidak pernah melakukan sholat taroweh secara
berjama’ah . Sholat taroweh secara berjama’ah baru dilakukan dimasa Khulafaaurrosyidin
2. Pembukuan Al Qur’an . Nabi tidak pernah memerintahkan agar Al Qur’an ditulis kembali dan di bukukan .
Namun hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian ajaran Alqur’an itu sendiri.
3. Demikian juga penulisan Hadits, Justru pada masa Nabi masih hidup , melarang ummat islam untuk menulis
Hadits. Namun tujuan pelarangan tersebut adalah untuk menjaga bercampur aduknya antara Alqur’an dan
Hadits Nabi.

Dan masih banyak lagi contoh contoh yang lain.

Kamis, 26 Maret 2009

Kisah Masuknya Bocah Amerika ke Dalam Islam.

Rasulullah saw bersabda: ?Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.? (HR. Bukhari)

Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas. Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi.

Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar'i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.

Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ?Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.

Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ??

Wartawan itu berkata: Tidak?. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.

Bocah itu kembali berkata , Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian . Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ??

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan. Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidak tahuanku tentang waktu-waktu sholat.?

Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?? Dia diam sesaat kemudian menjawab.

Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku.

Wartawan bertanya kembali, apakah engkau telah puasa Ramadhan ??

Muhammad tersenyum sambil menjawab, Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama. Kemudian dia meneruskan : Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut.

Apakah cita-citamu ?? tanya wartawan

Dengan cepat Muhammad menjawab, aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad.

Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?? tanya wartawan lagi.

Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : Sesungguhnya gambar Ka'bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain.

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka?bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar."

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini."

Apakah cita-citamu yang lain ?? tanya wartawan.

Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka. jawab Muhammad

Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

Muhammad berkata, Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina."

Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?? tanya wartawan lagi.

Muhammad menjawab, Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.

Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?? tanya wartawan

Maka dia menjawab dengan meyakinkan : Tentu"

Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ??

Muhammad menjawab, Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi."

Apakah engkau sholat di sekolahan ??

Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari? jawab Muhammad

Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ??

Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan.
Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.

Cinta Kasih Bersaudara.

Dua orang bersaudara bekerja bersama menggarap ladang milik keluarga mereka. Yang seorang, si kakak, telah menikah, dan memiliki keluarga yang cukup besar. Si adik masih lajang, dan berencana tidak menikah. Ketika musim panen tiba, mereka selalu membagi hasil sama rata. Selalu begitu.
Pada suatu hari, si adik yang masih lajang itu berpikir, “Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang dan kebutuhanku hanya sedikit.” Maka, demi si kakak, setiap malam, dia akan mengambil sekarung padi miliknya, dan dengan diam-diam, meletakkan karung itu di lumbung milik kakaknya. Sekarung itu ia anggap cukuplah untuk mengurangi beban si kakak dan keluarganya.
Sementara itu, si kakak yang telah menikah pun merasa gelisah akan nasib adiknya. Ia berpikir, “Tidak adil jika kami selalu membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan mampu merawatku kelak ketika tua. Sedangkan adikku, tak punya siapa-siapa, tak akan ada yang peduli jika nanti dia tua dan miskin. Ia berhak mendapatkan hasil lebih daripada aku.”
Karena itu, setiap malam, secara diam-diam, ia pun mengambil sekarung padi dari lumbungnya, dan memasukkan ke lumbung milik adik satu-satunya itu. Ia berharap, satu karung itu dapatlah mengurangi beban adiknya, kelak.
Begitulah, selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu saling menyimpan rahasia. Sementara padi di lumbung keduanya tak pernah berubah jumlah. Sampai…, suatu malam, keduanya bertemu, ketika sedang memindahkan satu karung ke masing-masing lumbung saudaranya. Di saat itulah mereka sadar, dan saling menangis,berpelukan. Mereka tahu, dalam diam, ada cinta yang sangat dalam yang selama ini menjaga persaudaraan mereka. Ada harta, yang justru menjadi perekat cinta, bukan perusak. Demikianlah jika bersaudara.


8 Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

*******

Sayangilah Ibumu, sesuai dengan perintah Rasulullah saw. ” Berbaktilah pada Ibumu, Ibumu, Ibumu”.

Semoga cerita diatas bisa membuat kita merenung sejenak, apa yang telah di lakukan ibu kita hingga kita menjadi seperti saat ini. Begitu banyak pengorbanan yang telah dilakukan untuk membahagiakan kita.


Rabu, 25 Maret 2009

Hari ini Aku Mau Ke Rumah Risya.

Hai teman-teman.MyEm0.Com Kalian hari ini libur nggak? Kalau aku sih libur. Aku senang sekali soalnya hari ini libur,aku sampai loncat sambil tepuk tangan.MyEm0.Com Eh teman-teman, hari ini aku mau pergi ke rumah temanku, namanya Risya. Aku kesana naik mobil bundaku. ConvertibleAku disana mau nuker binder ( kayak buku ) sama ngerjain PR Bahasa Indonesia sama PAI. Disana ada Berli juga temanku. Aku disana juga mau lihat blognya Risya. Habis itu nanti kalau sudah selesai ngerjain PRnya baru nuker binder sama main komputer ( Internet maksudnya lihat blognya Risya gitu loooooooooo. ) Udahan dulu yaaaaaaaaaaaaaaaa dadaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.





Selasa, 24 Maret 2009

Hari Minggu Aku pergi Ke BPPUTK.

Aku hari Minggu mau pergi ke BPPUTK. Aku pergi bersama teman-temanku sekelas. Aku pergi naik mobilku sendiri. Aku senang sekali pas undangannya dibagikan. Aku dan ketiga temanku langsung bilang yeeeeeeeeeeeeeeeeeeee, sambil tepuk tangan juga.MyEm0.ComMyEm0.Com Aku disana pingin ngasih makan sapi, kambing dan ikan. Aku juga pingin nangkap bebek dan belut. Walaupun geli kalau dipegang tapikan seru juga. Udahan dulu aku mau bobok supaya nggak bangun kesiangan.MyEm0.Com




Rabu, 18 Maret 2009

Hari Rabu aku Pergi ke Dokter Gigi

Hari Rabu kemarin aku pergi ke dokter gigi. Aku pergi ditemenin sama bunda dan adekku, namanya Dara. Aku ke dokter gigi naik mobil kantornya bundaku. Aku ke dokter gigi mau ditambal, soalnya gigiku bolong yang geraham depan. Aku pas masih

dibersihkan giginya nggak sakit, tapi pas ditambal euy sakitnya minta

ampun bo'. Baru itu, aku kan pas ditambal au, au, au, masa bilangnya

bunda aku ketawa, aneh ya bunda itu. MyEm0.comSudah lama akhirnya selesai

juga, AMIN, baru pas diluar aku ketawa-ketawa sambil tepuk tangan dan bilang ''hore,hore'',MyEm0.com MyEm0.comtapi disuruh dokternya kesini lagi minggu depan, aduh diapain ya ,cape' deh. Tapi aku mau cepat bobo' supaya nggak ngantuk, MyEm0.combye bye. MyEm0.com